Ikan Terbang Di Sekitar Perairan Sangiang


Ikan terbang Di Sekitar Perairan Sangiang, inilah judul yang saya angkat kepermukaan untuk anda yang belum mengenal “ikan terbang”. Bagi yang sudah mengenal dan melihat ikan terbang so pasti dilewati aja, artikel ini ditulis untuk sobat-sobat n …mas bro – mas bro juga buat cuy-cuy yang so pasti manis-manis tentunya.

Apabila anda kebetulan akan bepergian ke lampung dengan naik kapal ferri dari pelabuhan merak cilegon atau sebaliknya anda akan pergi ke jakarta atau Cilegon, tentu anda tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk naik kapal ferri penyeberangan selat sunda. Nah ..! saya minta anda jangan tidur didalam kapal atau didalam mobil seandainya anda membawa mobil sendiri.

Cobalah anda bangkit dari tempat duduk dan jalan-jalan disekeliling kapal supaya anda tidak mengantuk, apabila sudah merasa kecapekan anda bisa duduk kembali begitu seterusnya. Kenapa saya melarang anda untuk tidak tidur…? Karena nanti ditengah laut selat sunda atau dekat dengan perairan pulau sangiang anda akan menyaksikan pertunjukan yang spektakuler…itu kata bang Togu…spektakuler..lah.

Pertunjukan akrobatik ikan lumba-lumba yang sedang mengejar mangsanya, apa mangsa yang dikejar-kejar oleh ikan lumba-lumba tersebut..? Mangsanya adalah seekor ikan kecil yang bisa terbang ke udara, walaupun terbangnya tidak terlalu tinggi dan jauh. Ikan apakah itu namanya…? Ikan tersebut namanya adalah “Ikan Terbang”, anda bisa lihat photonya dibawah ini :

ikan terbang_01

Gambar_01. Ikan terbang sedang melarikan diri dari pemangsa yang jahat tak kenal belas kasihan.

Memang disekitar perairan laut pulau sangiang adalah tempat habitat aslinya ikan terbang, karena di sekitar perairan laut pulau Sangiang banyak terdapat ekosistem terumbu karang yang masih hidup, sehingga akan memudahkan semua spesies ikan bisa berkembang biak dengan baik. Salah satu contohnya adalah ikan terbang sendiri, hampir setiap hari ikan terbang bermain-main disekitar lintasan jalur kapal penyeberangan Merak – Bakauheuni.

Apabila ada sebuah kapal penyeberangan lewat daerah tersebut, maka ikan terbang pada lari dan terbang menjauh dari kapal tersebut. Anda bisa menyaksikan pemandangan semacam ini pada waktu pagi hari sampai sore hari disekitar perairan pulau sangiang. Terkadang kita juga suka menyaksikan pemandangan yang lebih spektakuler, yaitu ikan lumba-lumba yang sedang mengejar mangsanya, makanan lezat yang melimpah disekitar perairan pulau sangiang itu adalah ikan terbang.

Cobalah sekali-kali anda pergi tamasya berlibur dengan menyeberang naik kapal penyeberangan Merak – Bakauheuni bersama keluarga anda atau bersama-sama teman anda. Pada pertengahan perjalanan jalur kapal, anda akan disuguhi sebuah pemandangan yang alami dengan melihat langsung bagaimana ikan terbang tersebut bisa terbang dan akrobatik ikan lumba-lumba saat akan menangkap ikan terbang.

ikan terbang_2B

Gambar_02. Rombongan Ikan terbang sedang siap-siap lepas landas untuk melarikan diri dari pemangsa yang jahat tak kenal belas kasihan. Yang paling rakus memangsa ikan terbang adalah ikan lemadang, tuna, wahu dan tenggiri.

Ikan Terbang_A1 

Gambar_01. Ikan terbang sedang melarikan diri dari pemangsa yang jahat tak kenal belas kasihan.

 Ikan terbang merupakan umpan mancing yang paling efektif untuk memancing ikan lemadang atau mahi-mahi, Ikan terbang suka membuat kelompok atau kumpulan dalam jumlah besar. Kalau ikan terbang sudah berkelompok semacam ini, maka ikan lemadang juga bersama-sama kelompoknya akan memburu dan mengepung ikan terbang untuk dijadikan santapan makanannya.

Ikan terbang akan berenang mengikuti kemana perginya ikan teri-teri kecil atau ikan teri nasi, karena ikan teri nasi itu menjadikannya sebagai sumber makanan bagi ikan terbang. Inilah adalah kebiasaan dari sebuah ekosistem alam yang berjalan selama ini. Ikan teri nasi dan ikan teri yang laingnya akan berenang mengikuti arah arus air laut untuk memburu planton yang hanyut terbawa oleh aur air laut.

Kesana pulalah ikan-ikan akan berenang mencari makanannya, ikan teri nasi dan ikan teri batang akan memburu planton-plankton, ikan terbang, ikan selar batang, ikan kembung banyar, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan lemuru, ikan layang, ikan parang-parang dan ikan cendro akan memburu para teri-teri yang sedang asyik makan plankton tersebut.

Tahu bahaya datang maka semua ikan teri kabur lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri masing-masing. Apalah dayanya seekor ikan teri itu…? dibandingkan dengan predator yang sedang mengejar-ngejar tersebut, dari dalam air sudah menghadang mulut lebar dan besar disertai dengan gigi-gigi runcing yang nian tajamnya, sedangkan dari atas burung camar dengan paruhnya siap menerkam secara tiba-tiba.

Seandainya ikan teri itu mempunyai penyakit jantung ataupun stroke, mungkin sebelum dilahap oleh para predator tersebut, ikan terinya sudah pada mati duluan. Karena begitu shok nya a melihat banyaknya mulut besar menganga yang disertai gigi runcing yang siap mengoyak-ngoyak tubuhnya dan membuat ajalnya datang. Kasihan sekali nasib ikan teri itu…! berteriak-teriak tidak ada yang mendengar dan menolongnya….akhirnya ambil keputusan jalan singkat dengan jurus jitunya …..laarriiiiii……kkaabbuuurrrr.

Setelah rombongan ikan terbang, ikan selar batang, ikan kembung banyar, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan lemuru, ikan layang, ikan parang-parang dan ikan cendro merasa kekenyangan sehabis berpesta pora, maka yang ada adalah rasa malas yang menyelimutinya. Jadi mereka semua yang sudah kekenyangan pada bermalas-malasan dan ingin tidur atau istirahat. Tidak tahunya bahaya sedang mengintai dari jauh tanpa mereka sadari.

Sedang asyiknya bermalas-malasan mereka semua, maka datanglah bahaya mematikan secara tiba-tiba dengan kecepatan penuh 40 Mph dan dengan kekuatan setara enam batalyon pasukan gerak cepat, menyergap mereka semua yang sedang bermalas-malasan, predator kelas menengah ini lebih kejam, ganas tak kenal belas kasihan dan yang jelas lebih mematikan. Ikan terbang, ikan selar batang, ikan kembung banyar, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan lemuru, ikan layang, ikan parang-parang dan ikan cendro atau mereka semua kaget bukan kepalang.

Tanpa ada sinyal peringatan dini dari menara pengawas penjaga mereka, tahu-tahu bahaya langsung datang dihadapan mereka semua, tak ampun lagi mau lari kemana…? Karena sudah dikepung rapat oleh berbagai macam predator kelas menengah yang lebih kejam dan ganas, predator kelas menengah tersebut diantaranya adalah ikan wahu, ikan tenggiri, ikan barakuda, ikan tuna, ikan lemadang dan ikan kuwe gerong.

Bagaimana kisah selanjutnya…? Setelah mereka semua tahu bahwa mereka telah dikepung secara rapat oleh berbagai macam predator kelas menengah, satu-satu jalan keluar adalah kabur dengan cara terbang ke udara. Ide ini segeran dilontarkan oleh ikan terbang kepada teman-teman yang lainnya untuk segera mengambil langkah tindakan cepat supaya selamat dari mulut-mulut predator yang terkenal lebih kejam dan ganas itu.

Yaaa…!!! Serentak mereka semua langsung menyetujui ide nya ikan terbang tersebut, dan mereka semua sedang bersiap-siap untuk mengambil langkah-langkah persiapan lepas landas untuk terbang ke udara, sedangkan bahaya sudah sangat dekat sekali, maka meloncatlah mereka semua ke udara dengan tenaga kekuatan penuh….bbeerrrrr…..bbeerrr….bbeerrrr….!!! Maka jadilah mereka semua itu bukan ikan yang lagi berenang diair melainkan sedang meloncat-loncat ke udara untuk menyelamatkan diri dari kematian.

Tanpa diduga dan dipikirkan terlebih dahulu ide yang dilontarkan ikan terbang, justru menimbulkan ancaman bahaya baru. Ternyata sang predator kelas menengah ini lebih pintar dan lebih gesit dalam melompat ke udara dari pada mereka semua. Bahkan ikan tenggiri atau ikan wahu sanggup melompat sampai pada ketinggian lebih dari 3(tiga) meter.

Tunggu kisah lanjutannya…untuk sementara saya potong dulu….maaf ya pemirsa semua.

 

Penulis : Sarwing Suryanto _ Blogger_wordpress.com

 

Tentang sangiangsea

saya suka menulis tentang apa saja
Pos ini dipublikasikan di Ikan Laut, Ikan Predator dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s